Tragis! Kisah Nyata Orang-orang yang Hidupnya Hancur Akibat Postingan di Media Sosial - Kehadiran internet dan media sosial telah memudahkan manusia dalam berkomunikasi. Jika sebelumnya membutuhkan waktu yang lama, bahkan berbulan-bulan untuk saling bertukar kabar. Saat hadirnya internet dan media sosial, seakan jarak dan waktu yang sebelumnya menjadi penghalang dalam berkomunikasi seakan hilang.
Saat ini, setiap orang dapat dengan mudah untuk bertukar informasi atau sekedar menanyakan kabar kepada orang lain di manapun dan kapanpun. Bahkan kelebihan internet dan media sosial, yakni real time sehingga orang lain mengetahui apa yang saat itu sedang terjadi. Di samping kelebihan-kelebihan dari adanya internet dan media sosial, kehadiran dua teknologi tersebut sering kali memberikan dampak, khususnya bagi orang-orang yang kurang bijak dalam bersikap di media sosial.
Secara sadar ataupun tidak, setiap postingan di media sosial akan menjadi bahan konsumsi publik, sehingga sangat rawan. Bahkan tidak jarang menimbulkan kontroversi. Kasus penyalahgunaan media sosial bisa berdampak sangat buruk terhadap kehidupan seseorang ke depannya. Berikut merupakan kisah tragis akibat postingan media sosial yang menyebabkan hidup seseorang hancur.
Anthony Weiner
Media sosial tidak hanya digermari oleh anak muda saja, melainkan orang tewasa dan tak terkecuali adalah politisi. Anthony Weiner merupakan salah satu politisi di Amerika Serikat yang berasal dari Partai Demokrat. Pada tahun 2010 dirinya dianggap memiliki popularitas yang tinggi, namun pada tahun tersebut Weiner mengunggah foto bugilnya ke salah satu saluran media sosial, Twitter.
Menyadari hal tersebut, Weiner langsung menghapus foto unggahannya tersebut, namun sayangnya salah seorang blogger, Andrew Breitbart sempat mengambil foto tersebut dan menyebarkannya. Meskipun sempat menyangkal dan mengaku bahwa Twitter miliknya telah dibajak, Weiner kemudian mengakui bahwa foto tersebut memang benar miliknya.

Weiner juga menjelaskan bahwa dirinya ingin mengirim foto tersebut kepada seorang gadis berumur 21 tahun di Seattle, Washiongton. Namun yang terjadi dirinya justru salah memasang link di Twitter miliknya. Selain itu, Weiner menyatakan telah melakukan obrolan mesum selama tiga tahun terakhir dengan 6 wanita. Penjelasan Weiner tentunya mengejutkan publik di negara tersebut, karena publik selama ini mengenal dirinya sebagai seorang politisi pria yang sayang terhadap keluarganya.
Selain itu, sang istri, Huma Abedin saat itu sedang hamil anak pertama mereka. Skandal tersebut kemudian menyebabkan popularitas Weiner di masyarakat menurun tajam, sedangan disaat bersamaan dirinya memiliki peluang untuk maju menjadi kandidat presiden dari Partai Demokrat.

Tidak hanya menurunkan popularitasnya secara drastic, skandal tersebut juga menyebabkan Weiner kesulitan untuk membangun kembali karier politiknya. Bahkan dirinya berada di peringkat kelima dalam pemilihan walikota New York City tahun 2013. Tidak sampai di situ, Weiner pun digugat cerai oleh istrinya dan mendapatkan hukuman atas kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur.
Holly Jones
Kasus berikut ini mungkin adalah contoh bahwa mengeluh di sosial media merupakan hal yang seharusnya di hindari oleh semua orang. Karena kita tak akan pernah tahu siapa saja yang melihat keluh kesah kita di posting secara online danbagaimana tanggapan mereka. Seperti kasus yang dialami oleh seorang wanita bernama Holly Jones pada awal 2016 yang lalu.
Kejadian bermula ketika Holly dan teman-temanya mendapatkan tagihan sebesar $700 untuk minuman mereka setelah menghabiskan malam tahun baru di sebuah bar bernama Kilroy’s Bar’N’ Grill. Jones dan teman-temanya yang merasa tagihan ini tak wajar kemudian memutuskan untuk mengeluh pada kasir yang ada di sana.

Tapi saat menerima keluhan dari Jones, kasir tersebut secara tak terduga ambruk dan mengalami kejang-kejang. Akibat kejadian ini Jones kemudian itu kemudian mengurungkan niatnya dan memilih
untuk pergi.
Tapi meski begitu ia tetap merasa kesal dan memutuskan untuk meluapkan uneg-unegnya lewat sosial media. Dalam postinganya Jones mengungkapkan tetang kekesalanya terhadap staf dan pelayanan dari bar tersebut, dengan mengatakan bahwa “Malam tahun baru mereka hancur karena harus melihat mayat seorang staf dibawa ke Ambulance karena over dosis.”
TAk disangka postingan Jones ini di komentari oleh manager bar tersebut yang, membantah tuduhan jones dan mengatakan kalau Staf mereka tidak mati karena over dosis dan hanya pingsan karena serangan jantung. Belakangan juga di ketahui jika staf tersebut ternyata adalah seorang wanita tua yang sudah berusia 50 tahun lebih.

Setelah kejadian ini banyak orang mulai menganggap Jones tak sopan dan mulai menyerang seluruh akun sosial media milik jones dengan makian kasar. Jones bahkan harus menonaktofkan seluruh akunya setelah beberapa orang juga mengancam untuk membunuh Jones dan keluarganya.
Tak hanya sampai di situ Jones juga di kabarkan kehilangan pekerjaanya di sebuah salon kecantikan, setelah salon tersebut memutuskan untuk memecat Jones karena takut kehilangan pelanggan. Sejak saat itu juga Jones diketahui pindah dari rumahnya dan tak pernah diketahui keberadaanya sampai saat ini.
Alicia Ann Lynch
Saat perayaan Halloween, selain menggunakan kostum yang seram orang biasanya juga akan menggunakan kostun yang berhubungan dengan tren atau peristiwa terbaru agar bisa mencuri perhatian banyak orang. Hal ini pula yang dilakukan oleh Alicia Ann Lynch (22th) saat memutuskan untuk menggunakan kostum pelari maratin pada perayaan Halooween tahun 2013 yang lalu.

Sayangnya pilihan kostum Alicia ini boleh dibilang tak tepat, karena ia tak hanya menggunakan kostum pelari marathon biasa melainkan kostum pelari marathon yang berhasil selamat dari peristiwa pengeboman di kota Boston tepat 6 bulan yang lalu. Alicia bahkan tak lupa menguplod poto dirinya dengan kostum tersebut ke Twitter dengan hastag #boston #marathon #runner.
Hal ini tanpa diduga menyulut kemarahan dari para pengguna media sosial yang melihat unggahan dari Alicia, karena menganggap gadis ini mengolok-olok korban dari peristiwa pengeboman tersebut. Akibat dari kejadian ini Alicia sempat menerima acaman pembunuhan dan juga dipecat dari tempatnya bekerja.

Tak hanya sampai disitu seorang blogger juga meretas akun milik Alicia dan mencuri beberapa foto telanjang yang ada dalamnya kemudian menyebarkan foto-foto tersebut ke internet. Setelah semua kejadian tersebut Alicia akhirnya memutuskan untuk menonaktifkan akun twitter miliknya karena merasa tak tahan dengan gangguan yang ia dan keluarganya terima, meski telah meminta maaf berulang kali.
Cameron Jankowski

Cameron Jankowski seorang pemuda berusia 19 tahun di Fort Wayne, Indiana pada tahun 2012 mengunggah sebuah foto dengan mengikuti tren online di Twitter dengan #PissOlympics. Tren #PissOlympics adalah bentuk tantangan yang mengharuskan seseorang mengencingi salah satu benda yang ada di tempat kerjanya dan mengunggahnya ke Twitter.

Tindakan yang dilakukan Jankowski adalah mengencingi sepiring Nachos BellGrande di restoran Taco Bell tempatnya bekerja. Namun, yang terjadi menimpa Jankowski justru sebaliknya. Dirinya mendapatkan berbagai serangan komentar buruk hingga serangan hacker yang membocorkan data dirinya melalui sebuah video yang diunggah di Youtube. Jankowski kemudian harus masuk penjara dan kesulitan untuk mendapatkan pekerjan pasca keluar dari penjara.