Dibalik modernisasi negeri kincir angin Belanda, ternyata menyimpan legenda kutukan putri duyung dan asal usul menara Plompe Toren yang berada tepat di pinggir pantai laut seberang gereja tua. Alkisah dalam cerita mitologi rakyat Rotterdam sebuah desa dikatakan ramai penghuninya semasa jaman dahulu.
Dijuluki sebagai Menara Plompe Toren yang kini sarat dengan cerita tentang kutukan dan tulah hitam menyeramkan pada menara yang berdiri megah di desa nelayan tersebut. Menara itu juga menyimpan banyak kisah kelam yang menjadi saksi sejarah dari peristiwa badai besar pada sekitar abad ke 15 silam, hingga memusnahkan para penduduk yang tinggal di desa Plompe Toren yang sebelumnya dikenal dengan nama desa Koudekerke, Zeeland.
Ilustrasi Putri Duyung Cantik

Entah benar atau tidaknya, bencana tragis yang menimpa desa Plompe Toren ini semua akibat dari sebuah kutukan seorang putri duyung cantik yang suaminya marah besar karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Kisah ini dimulai saat putri duyung jatuh hati kepada seorang nelayan yang tak sengaja menangkap dirinya dengan jaring ikan ditangannya.
Ia menganggap semua manusia itu baik hati, terlebih dengan paras wajah cantiknya ia sangat yakin nelayan itu pun akan menyukai dirinya. Namun fakta berbicara beda, rupa-rupanya sang nelayan sangat ketakutan melihat sosok penampakan putri duyung yang ia anggap mengerikan. Dari kepala persis seperti seorang wanita dari bangsa manusia sedangkan tubuhnya menyerupai buntut ikan tongkol.
Terkejutlah ia hingga memukul sang putri duyung cantik dengan pukulan tanpa bayangan bertubi-tubu. Tak puas sampai disitu saja. Sang nelayan jahat juga memberikan sebuah tendangan maut tepat di bagian lehernya. Seketika putri duyung malang itu pun mati, karena selain menderita pukulan, tubuhnya juga semakin kering akibat tak terendam air.
Gambar Menara Kutukan Plompe Toren di Belanda

Berita kematian putri duyung berparas wajah cantik itu pun kemudian sampai terdengar kepada para penghuni kerajaan laut. Pangeran merman, makhluk jelmaan manusia bertubuh kuda laut yang tak lain adalah suami dari putri duyung itu pun murka besar karena mengetahui istrinya dibunuh oleh seorang nelayan jahat. Ia pun lantas menghampiri para penduduk desa Plompe Toren dengan penuh kemarahan. Kalau saja tidak diserahkan nelayan itu, ia akan memberikan bencana dahsyat untuk desa mereka.
Sayangnya para penduduk desa tidak tahu siapa orang yang dimaksud oleh sang suami putri duyung. Mereka hanya terdiam sambil ketakutan dan berharap ada salah satu dari mereka yang berani bertanggung jawab atas kesalahan yang telah diperbuatnya. Namun harapan itu tak pernah ada, hingga musibah dahsyat tak dapat terelakkan lagi. Seluruh penduduk di desa Plompe Toren musnah tak tersisa satupun dari ganasnya badai dahsyat yang diperintah oleh Pangeran merman.
Penampakan Merman, Suami Putri Duyung yang Mengutuk Penduduk Desa Zeeland

Meski jaman sudah silih berganti, terlepas dari kebenaran legenda putri duyung yang masih banyak diyakini penduduk Zeeland. Hingga hari ini Menara Plompe Toren menjadi salah satu tempat wisata favorit yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal dan mancanegara yang kebetulan sedang berlibur di Pulau Zeeland, Belanda.
Bagi kamu yang tertarik untuk melihat langsung lokasi tempat menara kutukan di Belanda ini dapat mengunjunginya setiap hari, dimulai dari jam 9 pagi hingga jam 6 sore. Kita tak hanya disuguhkan dengan pemandangan eksotis pantai Plompe Toren saja, ditempat tersebut banyak sajian makanan kuliner yang sangat nikmat untuk kita santap bersama keluarga atau pacar teman kamu hehehe.